Sabtu, 27 November 2010

Simantri Jadi Objek Wisata Baru di Bali


Program sistem pertanian terintegrasi (simantri) yang digulirkan pemerintah Provinsi Bali kini menjadi objek wisata baru di Bali. Salah satu kawasan yang menjadi proyek percontohan simantri adalah Kintamani, Kabupaten Bangli, tepatnya di Desa Catur dan Desa Blantih. Simantri terbukti mampu memikat kalangan pengelola biro perjalanan wisata di Bali dan tertarik menjadikan sebagai objek wisata baru.

Ketua rombongan biro perjalanan wisata yang tergabung dalam Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, Putu Ardana mengaku sangat tertarik untuk menjadikan kawasan simantri di tengah perkebunan kopi ini sebagai paket wisata baru.

"Kami antusias menciptakan paket baru, apalagi wisatawan ingin melihat biji kopi secara langsung," komentar Putu Ardana di sela-sela acara kunjungan rombongan biro perjalanan wisata Bali ke areal
Subak Abian Triguna Karya, tempat pengolahan biji kopi arabika di Kintamani Bangli, Bali,.

Menurut Ardana, objek wisata simantri ini nantinya bisa melengkapi paket wisata yang selama ini dijual kepada wisatawan, seperti Nusa Dua, Sanur dan Kuta, Tampaksiring, Penelokan Kintamani, Penglipuran, dan Pura Kehen di kabupaten Bangli, serta Kerthagosa di kabupaten Klungkung.

Dengan adanya objek wisata simantri ini sangat memungkinkan juga dijual melengkapi paket yang sudah ada dengan perjalanan Kintamani Catur Pelaga di kabupaten Badung.

Dari kunjungan 32 rombongan perwakilan pengelola biro perjalanan wisata itu, Ardana menilai aksesibilitas dari dan menuju Desa Catur dan Blantih cukup memadai karena kondisi jalannya cukup bagus. Hanya saja, beberapa kelengkapan infrastuktur pendukung agrowisata masih perlu dibangun.
Misalnya, pembangunan jalur jalan setapak yang permanen minimal selebar 1,2 meter, terbebasnya kawasan itu dari sampah plastik agar sejalan dengan program Bali Clean and Green.

Di samping itu Ardana juga menginginkan perlunya didukung deskripsi mengenai objek secara mendetail sehingga pemandu wisata tidak kehabisan bahan saat menjelaskan kepada wisatawan, serta sarana penunjang lain seperti toilet dan warung kopi. Juga disarankan dilakukan sosialisasi kepada pengelola biro perjalanan wisata secara berkelanjutan setiap dua bulan sekali agar objek menarik ini bisa diketahui publik.

Pemprov Bali melalui Dinas Perkebunan menggandeng seluruh pengelola BPW yang ada di Bali dengan harapan bisa diperkenalkan kepada wisatawan. Dari 365 BPW yang ada di Bali, baru 32 BPW yang ikut meninjau langsung objek ini. Yang lainnya diharapkan melakukan kunjungan secara bergiliran setiap
dua bulan sekali.

Di areal proyek simantri yang merupakan kebun warga Desa Catur dan Blantih itu terdapat hamparan pohon kopi arabika dan pohon jeruk yang tumbuh subur dan mulai berbuah. Prinsip pengembangan objek wisata ini berpijak pada konsep pembangunan peduli lingkungan menuju Bali bersih dan hijau
serta program Bali yang maju, aman, damai, dan sejahtera (Bali Mandara) yang dicanangkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. (Dikutip dari Ruta Suryata, www.garuda-indonesia.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar